Ringsatu.id-Bandung Barat-Pemerintah Kabupaten Bandung Barat lakukan banyak upaya menuju pancapaian Eliminasi Tuberkulosi 2030, dengan begitu pemerintah setempat pun melibatkan banyak unsur.
“Sesuai dengan Perpres 67 tahun 2021, untuk mencapai eliminasi TB 2030, diperlukan peran bersama, dengan melibatkan pentahelix.
Upaya penanggulangan TBC, kini bukan hanya dilakukan oleh dinas kesehatan. Tapi sudah menjadi tanggung jawab bersama, semua sektor dan program, juga masyarakat,” Demikia hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan KBB, Eisenhower Sitanggang, Kamis (14/7/2022).
Sementara itu, diakuinya untuk angka kasus TBC di Kabupaten Bandung Barat tergolong cukup tinggi, seperti di wilayah Gunung es.
“Di sini diperlukan Optimalisasi penemuan kasus. Dan untuk itu, sesuai arahan Pak Bupati, kita akan melakukan politik ketuk rumah, artinya melakukan jemput bola, mendatangi rumah ke rumah, tentu saja melibatkan beberapa unsur,” ujarnya.
Dalam hal pencapaian eliminasi TB 2030 di KBB senudiri, diperlukan juga sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terkait TBC.
“Masyarakat harus tahu apa itu TBC. Masyarakat harus tahu, meski berbahaya, TBC adalah penyakit yang kini sudah bisa disembuhkan. TBC bukan penyakit aib, apalagi guna-guna,” katanya.
Penambahan wawasan terkait TBC ini, tambah Kadinkes, diharapkan masyarakat tidak takut untuk ke pusat layanan kesehatan, memeriksakan jika terkena gejala dan melakukan pengobatan jika terdeteksi kena TBC.
“Pasien TBC pasti sembuh. Proses pengobatan TBC pun gratis dan sudah bisa dilakukan di setiap puskesmas. Yang terbaik adalah pengobatan dini. Dan proses pengobatan itu harus dilakukan dengan benar, teratur, hingga tuntas,” jelasnya. (Rega)