Ringsatu.id-Cirebon-Pembangunan gudang buah mangga di Desa Belawa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat.
Terhitung sejak Rabu ( 20/7/2022) lalu, namun dalam kegiatan tersebut menimbulkan pertanyaan dimasyarakat sekitar. Pasalnya kegiatan tersebut tidak jelas sumber dana atau anggarannya dari mana. Apakah dari dana desa (DD) atau dari dana APBD kabupaten Cirebon.
Hal ini disinyalir pihak pelaksana kegiatan tersebut tidak memasang papan informasi proyek. Sebagai bukti pemberitahuan dan transpansinya kepada masyarakat.
“Seharusnya pihak pelaksana memasang papan proyek. Yang menjelaskan bahwa di desa Belawa sedang dilaksankan kegiatan pembangunan yang sumber dananya dari pemerintah.” Ujar salah satu warga Belawa yang namanya minta tidak disebutkan kepada wartawan. Senin (25/7/2022).
Bahkan salah satu masyarakat yang pernah dipekerjakan di kegiatan tersebut. Dirinya mengaku tidak tahu menahu terkait sumber anggaran pembangunan gedung buah mangga tersebut.
“Saya tidak tahu anggaran pembangunan gedung buah itu sumbernya dari mana. Sebab saya hanya ikut kerja selama 2 hari saja.”Jelas D.
Ia menduga pekerjaan tersebut sebenarnya belum siap untuk dikerjakan.
“Bisa saja pekerjaan itu sebenarnya belum siap dikerjakan. Nanun pihak pelaksana sudah terlebih dahulu curi star. Dan jika benar demikian maka dipastikan adanya Mal Administrasi.”Tegas D.
Dikatakan D, selaku penanggungjawab pada pelaksanaan pembangunan gudang buah tersebut. Dipegang bukan oleh orang asli Belawa melainkan orang luar desa.
Sedangkan kuwu (Kades) Belawa, Deni mengaku pihaknya pernah meminta kepada pihak pelaksana untuk memasang papan proyek.
“Namun hingga kegiatan pelaksanaan pekerjaan sudah berjalan sekitar 1 mingguan. Pihak pelaksana belum juga memasang papan kegiatan.” Terang kuwu Belawa ini saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (27/7/2022).
Di sampaikan pula oleh Deni, bahwa kegiatan pekerjaan tersebut. Merupakan kegiatan dari Dinas Pertanian kabupaten Cirebon.
“Jadi bukan dari dana desa lho”. Terangnya.
Sedangkan pihak Dinas Pertanian kabupaten Cirebon sendiri melalui salah satu pejabat bagian Hortikultra,Ropa’i. Melalui telepon selulernya menerangkan, bahwa kegiatan pembangunan gudang buah di Desa Belawa menurutnya sudah ada SPKnya.
“Lagi pula kegiatannya kan baru 1 minggu ini’. Ujar Ropa’i, Rabu (27/7/2022).
Meski demikian, ia meminta agar wartawan media ini untuk langsung konfirmasi kepada pejabat yang membidangi.
“Yang membidanginya ya itu pak Gusdur (Durahman), namun saat ini ia sedang ikut Diklat. Sedangkan saya sendiri lagi cuti.” tutur Ropa’i. Namun setelah wartawan media ini mengunjungi kantor.
Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon. Ternyata Kabid Hortikulutura, Durahman tersebut ada diruang kerjanya, Rabu (27/7/2022).
Anggaran pembangunan gudang buah didesa Belawa sendiri menurut Durahman bersumber dari Satker Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat. Dengan besaran anggarannya Rp.190 juta.
“Kalau pelaksananya saya lupa, tapi nanti bisa ditanyakan kepada pak Kasi Didin, sebab dia PPTKnya. Jelas Kabid Hortikultura ini.
Pekerjaannya sendiri menurutnya adalah pekerjaan Juksung. Dengan target penyelesaian pekerjaan hingga 2 bulan.
“Kalau masalah belum dipasangnya papan informasi kegiatan nanti saya hubungi pelaksanannya supaya memasangnya” Tuturnya.
Pembangunan gudang buah sendiri menurut Kabid Hortikultura tersebut. Berdiri diatas tanah milik desa Belawa.
“Kalau pihak pelaksana belum mengantongi SPK ya tidak mungkin lah. Apalagi pelaksanannya sudah dimulai pasti pihak pelaksana sudah memiliki SPK.”Pungkasnya. (Bisri).