Ringsatu.id-Indramayu–Aliansi masyarakat peduli demokrasi-kader banteng arus bawah datangi Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, kedatangan simpatisan hanya ingin beraudiensi sekaligus mengevaluasi pelaporan PLT Dinas Kesehatan ke pihak berwajib atas dugaan pencemaran nama baik yang di unggah di akun Medsos milik pribadi AN wakil ketua komisi II DPRD Fraksi PDI Perjuangan dan mempertanyakan nasib tenaga honorer klinik putra remaja yang diberhentikan kontraknya.
Dalam keterangan persnya dr. Wawan Ridwan PLT Dinas Kesehatan menegaskan pertemuan ini kami anggap sudah clear dan tidak ada lgi miss komunikasi kedepannya.
“Kami sangat mengapresiasi kedatangan relawan, mempertanyakan nasib tenaga honorer yang habis masa kontraknya. maka, dari hasil audiensi dengan simpatisan tadi sudah clear mereka masih punya kesempatan untuk menjadi tenaga PPPK pada saat perekrutan PPPK nanti dan kita juga sepakat untuk bersatu padu membangun Indramayu yang lebih maju,” jelasnya.
Toni RM kuasa hukum PLT Dinas Kesehatan Indramayu menyambut baik kedatangan simpatisan dengan maksud dan tujuan beraudiensi sekaligus mengevaluasi permasalahan yang menimpa kadernya.
“Kalau memang ada itikat baik kemudian ingin berdamai, AN sendiri seharusnya datang sebagaimana tradisi kita menggunakan adat ketimuran kepada klien kami. Dan itu juga bagaimana komunikasinya mau damai atau tidak itu urusan terlapor.” Tegasnya
Toni menambahkan, kedatangan relawan ke Kantor Dinas Kesehatan itu tidak ada hubungannya atau mewakili AN.
“Mereka hanya sebatas pendukung. Tidak ada kaitan mempertanyakan pelaporan di Polres Indramayu.” singkatnya
Sementara itu, Korlap aksi massa simpatisan Haryanto menyampaikan. Kedatangan sejumlah relawan yang hadir pada hari ini mempertanyakan unggahan akun medsos milik AN tentang pemberhentian Tenaga Kesehatan honorer.
“Dua poin yang kita sampaikan, salah satunya adalah soal mengevaluasi pelaporan, yang kedua kita mempertanyakan kejelasan dari nakes honorer yang diberhentikan,” tegasnya. (Tedy)