PARAH, Rehabilitasi SMA 1 Dukupuntang Gunakan Kayu Bekas

 

RINGSATU-CIREBON-Kinerja panitia pelaksanaan rehabilitasi 7 ruang kelas SMAN 1 Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Disoal oleh sejumlah kalangan masyarakat juga dari pihak sekolah itu sendiri.

Pasalnya, dalam pelaksanaan rehabilitasi 7 ruang kelas tersebut 4 ruang kelas yang direhab. Dalam pekerjaan pemasangan plafon menggunakan kayu bekas sisa bongkaran dari 4 ruang kelas tersebut.

Hal tersebut membuat tanda tanya bagi sebagian pihak SMAN 1 Dukupuntang juga masyarakat.

“Anggaran untuk rehab ruang kelas itu kan lumayan besar nilainya. Tapi kayu yang digunakan untuk pembuatan plafon menggunakan kayu bekas. Sisa dari bongkaran dari ruang kelas itu. Sebagus-bagusnya kayu bekas pastilah kwalitasnya tidak akan bertahan lama,”ujar salah satu orang dalam SMAN 1 Dukupuntang yang namanya minta tidak disebutkan ini, Rabu (17/9/2025).

Ia pun menuding pihak panitia pelaksanaan rehab mencari untung lebih. Dengan sengaja menggunakan kayu bekas untuk pemasangan plafon pada 4 ruang kelas.

Pantaun awak media kelokasi, secara kasat mata sangat terlihat jelas kayu-kayu yang dipasang. Terlihat sudah menghitam dan banyak lubang bekas paku dikayu-kayu tersebut.

Adanya pemasangan kayu bekas, hal tersebut dibenarkan oleh sejumlah tukang. Yang saat itu tengah memasang plafon disalah satu ruang kelas.

“Iya, ini kayu bekas yang dipasang kembali pak, kalau kami selaku pekerja bagaimana perintah saja,”ucap salah satu tukang yang ditidak bersedia namanya disebutkan.

Sementara itu Panji, panitia pelaksana pekerjaan rehabiltasi dan pembangunan ruang kelas baru. SMAN 1 Dukupuntang saat ditemui dibedengnya, Rabu (17/9/2025).

Dengan menanyakan terkait pemasangan plafon menggunakan kayu bekas.

Ia membantahnya dengan mengatakan kayu yang digunakan untuk plafon bukan kayu bekas. Melainkan kiriman dari suplayer dan menurutnya ada tambal sulam. Antara kayu bekas dengan yang baru.

“Itu bukan kayu bekas tapi dari suplayer kalau kayu bekas itu pendek-pendek. Dan sudah diangkut oleh pihak KCD. Ada tambal sulam kayu baru dengan bekas dan itu sesuai dengan perencanaan dan juga persetujuan dari konsultan,”elak Panji.

Diketahui, SMAN 1 Dukupuntang tahun 2025 ini dapat bantuan dari Kementerian Pendidikan. Sebesar Rp.2,7 miliar lebih dengan rincian merehab 7 ruang kelas dan membangun 5 ruang kelas baru. (Bisri).

Comments (0)
Add Comment