Orangtua Pelaku Dugaan Rudapaksa, Berharap Kasusnya Diselesaikan Secara Kekeluargaan

 

RINGSATU-CIREBON-Sebagai orangtua pastinya merasa syok dan sedih ketika mengetahui anaknya melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

Hal tersebut dirasakan oleh FT (35) warga Girinata Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon Jawa Barat ini. FT merupakan ibu dari RD (15) pelaku dugaan rudapaksa terhadap Bunga (13) pelajar SMP kelas 1.

Menurut keterangan FT, anaknya baru berkenalan dengan Bunga sekitar 2 hari. Dan ia pun tidak menyangka anaknya nekad melakukan rudapaksa terhadap Bunga.

“Saya merasa kaget dan syok ketika ada orangtua Bunga datang kerumah. Dan mereka menjelaskan tentang kelakuan anak saya yang sudah merudapaksa Bunga. Padahal anak saya baru mengenal Bunga itu sekitar 2 hari,”ucap FT sambil berurai air mata saat ditemui dirumahnya, Senin (21/7/2025).

Kedatangan orangtua Bunga kerumahnya, kata FT mereka tidak lain menuntut tanggungjawab atas perbuatan anaknya.

“Orangtua Bunga meminta pertanggungjawaban anak saya dan saya selaku orangtua RD siap bertanggungjawab menikahkan Bunga. Yang penting permasalahan ini jangan sampai ke pihak Kepolisian tapi diselesaikan secara kekeluargaan saja. Terlebih anak saya dan Bunga keduanya masih dibawah umur,”terang ibu RD ini.

Bunga sendiri kata FT merupakan tetangga desanya.

Sementara itu, JM kakak Bunga menuturkan kronologis adiknya menjadi korban dugaan rudapaksa oleh RD.

Terjadi pada hari minggu sore sekira pukul 16.00 WIB. Menurut pengakuan Bunga yang dituturkan kepada ibunya mengaku jika Bunga. Dirudapaksa oleh RD di belakang salah satu SD Negeri diwilayah Girinata. Atau tepat kejadiannya kata JM di dalam WC sekolah tersebut.

“Adik saya sempat dibekap mulutnya lalu diseret oleh RD untuk masuk ke dalam WC belakang sekolah SD. Dan RD sempat mengancam adik saya agar tidak berteriak. Kejadiannya terjadi hari minggu sore kemarin sekitar jam 4 sore,”terang JM.

Setelah merudapaksa adiknya, lanjut JM adiknya sempat diantar pulang oleh RD kerumah.

“Tapi adik saya diantarnya tidak sampai rumah hanya dijalan menuju rumah saja. Dan kata adik saya RD kembali mengancam agar adik saya tidak cerita kepada siapapun. Dan jika adik saya cerita maka adik saya malah harus bayar Rp.500 ribu kepada RD,”papar JM.

Kini permasalahan rudapaksa yang menimpa adiknya tersebut, ia serahkan kepada kedua orangtuanya.

“Yang jelas begitu kejadian itu,adik saya sekarang sedang di Visum. Kasus ini saya serahkan kepada kedua orangtua saya,”tukas kakak Bunga dengan nada marah dan kesal ini.(Bisri).

Comments (0)
Add Comment