Ringsatu.id-Indramayu-Teka-teki kasus pembunuhan HJK (27) warga masyarakat Desa Jangga, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, masih misterius. Sudah hampir 3 bulan kasusnya belum ada titik terang siapa pelaku pembunuhan HJK (27) masih belum terungkap.
Wiwin Hidayat (40) tokoh pemuda dari “Relawan Peduli Kasus Kematian Almarhum Hendra” merasa prihatin dan geram, sebagai tokoh pemuda dirinya, berharap agar kasus ini dapat segera terungkap sehingga bisa menemukan titik terang siapa pelaku pembangunan tersebut, dan apa yang menjadi motif pelaku melakukan pembunuhan tersebut.
Selaku tokoh pemuda Desa Jangga, kami akan memberikan Support sepenuhnya kepada pihak kepolisian resort Indramayu untuk segera mengungkapkan kasus pembunuhan HJK (27) dan memproses hukum dengan secara profesional tanpa pandang bulu.
Kami melihat dari sisi kemanusiaannya, perlu diketahui bersama bahwa HJK (27) ini merupakan tulang punggung keluarganya, saat ini Istrinya Melani (24) sangat berharap pembunuh suaminya segera terungkap dan dapat mempertanggungjawabkan atas perbuatannya, negara ini adalah negara hukum, dan berharap pelakunya dapat terungkap dan dihukum seberat-beratnya. Ujar Wiwin Hidayat.
Direktur PKSPD (Pusat Kajian Strategis Pembangunan Daerah) 0’ushj.dialambaqa menanggapi kasus diatas, jika tak salah ingat, disalah satu grup Whattshap ada dishare Donasi Uang untuk menyelesaikan kasus pembunuhan tukang bakso desa Jangga. Inisiatif donasi itu oleh perkumpulan pemuda setempat dengan alasan penyelesaikan kasus untuk membayar pengacara.
PKSPD prihatin dan eronis jika hal donasi tersebut benar. Kepedihan saya dengan PKSPDnya, masa iya kok di Indramayu tidak ada pengacara dan atau lembaga bantuan hukum seperti YLBHI dengan Asfinawatinya dan atau Lokataru dengan Haris Azharnya.
Masih menurut Pak Oo, jika kasus pembunuhan tersebut tidak tersentuh Polres Indramayu dan atau tidak bisa terbongkar, maka indikasi kuatnya adanya ketidakseriusan Polsek dan atau Polres, sehingga publik kemudian berspekulasi bahwa komitmen petinggi Polri di atas hanya sebatas retorika politis dan atau jargon merdu atas presisi.
Sementara itu, Direktur LBH APB Pusat Riswanto Lasdin, SH., MH., CLA saat dihubungi melalui via WhatsApp siap turun ke Indramayu untuk mendampingi kasus pembunuhan HJK (27), ini sebagai bentuk kemanusiaan dari LBH APB Pusat kepada masyarakat yang membutuhkan pendampingan hukum terkait kasus hukum yang sampai saat ini belum terungkap. Kami berharap Aparat Penegak Hukum setempat untuk bisa mengungkap akan misteri kasus pembunuhan ini, kalau polres Indramayu tak mampu mengungkapkan kasus tersebut, kami akan berkordinasi dengan pihak Bareskrim Mabes Polri untuk menarik kasus ini ke Mabes Polri. Pungkas Direktur LBH APB. (Red)