Masyarakat Desa Cibogo Terima Kembali BST Kemensos

 

Ringsatu.id-Cirebon-Desa Cibogo mendapatkan tambahan kuota sebanyak 88 Kepala Keluarga (KK), warga Desa Cibogo Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon. Mendapat Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementrian Sosial (Kemensos) yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Bantuan tersebut diadakan di kantor desa setempat yang melibatkan unsur puskessos, Babinkamtibmas, Babinsa serta Pemdes Desa Cibogo. Rabu, 28/05/2021.

Ketika Kepala desa (Kuwu) Cibogo Achmad Hudori di wawancara awak media mengatakan adanya Penyaluran BST dari Kemensos bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 dilakukan oleh kantor Pos dan Giro dan dilakukan di kantor desa setempat. Agar menghindari terjadinya penumpukan massa yang banyak dan masyarakat penerima BST merasa aman, nyaman serta bisa di monitoring.

“Pihaknya tetap mengedepankan protokoler kesehatan dalam pencegahan Covid-19, sebab setiap warga di wajibkan menggunakan masker dan jaga jarak, serta dilakukan pengecekan suhu tubuh dalam pelaksanaan BST tambahan kuota ini” Katanya.

Ditambahkan Kepala desa (Kuwu) Cibogo Achmad Hudori, bahwa penentuan penerima manfaat BST tambahan kuota dari Kemensos bagi masyarakat terdampak Covid-19 ini, ditetapkan oleh Kemensos. pihaknya hanya menindakanjuti data yang diterima, untuk disalurkan kepada penerima manfaat, penerima bantuan tersebut adalah masyarakat yang tidak mendapatkan program bantuan pemerintah seperti, BPNT, PKH, maupun bantuan lainnya. ungkapnya.

Diapun menjelaskan, setiap KK menerima dana BST senilai Rp 300 ribu per bulan. dan akan diberikan selama 2 bulan, yaitu terhitung Maret hingga April. sehingga total dana BST yang diterima warga selama 2 bulan sebesar Rp. 600 ribu. Dan pencairan tersebut dilengkapi dengan persyaratan berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) asli beserta fotocopy serta menggunakan masker.

Alhamdulillah, penyaluran BST-Kemensos berjalan lancar, semoga apa yang didapat oleh masyarakat dari sumber Kemensos dapat bermanfaat selama pandemi Covid-19,” harap. (Nurhari)

Comments (0)
Add Comment