Komitmen K3 Kuat, Kilang Balongan Raih 4 Penghargaan Bergengsi ISEA 2026

RINGSATU-INDRAMAYU-Komitmen PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balongan dalam memperkuat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Pada ajang Indonesia Safety Excellence Award (ISEA) 2026) yang diselenggarakan Majalah First Indonesia, Kilang Balongan berhasil memboyong empat penghargaan sekaligus.

Empat penghargaan tersebut yakni The Best Energy Transition Safety Award, The Best Predictive Safety System Excellence Award, The Best Safety Culture and Human Performance Award, serta The Best Leadership on OSH Culture.

Penghargaan tersebut diserahkan kepada Manager HSSE RU Balongan, Moch. Arifin, dalam rangkaian OSH Asia’s Summit 2026 yang berlangsung di Prama Sanur Beach Bali pada 20–21 Agustus 2026.

Mengusung tema “Advancing Predictive & Sustainable Safety in the Digital and Climate Era”, ISEA 2026 memberikan apresiasi terhadap perusahaan yang dinilai mampu membangun kepemimpinan keselamatan, inovasi K3, budaya keselamatan, transformasi digital, serta kesiapan menghadapi tantangan operasional di masa depan.

Raihan empat penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi Kilang Balongan dalam menjalankan strategi major accident prevention sekaligus memperkuat pengelolaan risiko operasional secara menyeluruh di lingkungan kilang.

Moch. Arifin mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil dari proses penyempurnaan sistem keselamatan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Menurutnya, penguatan K3 tidak hanya bertumpu pada kesiapan teknis, tetapi juga mencakup peningkatan kapabilitas sumber daya manusia hingga pemanfaatan teknologi digital dalam mendeteksi dan mengendalikan potensi risiko.

“Raihan predikat Safety Excellence ini merupakan keberhasilan strategi dan inovasi K3 berkelanjutan di Kilang Balongan yang didukung oleh berbagai program strategis di seluruh lini operasional,” ujarnya.

Salah satu program utama yang dijalankan adalah Process Safety Fundamental (PSF). Program ini memastikan seluruh personel produksi dan maintenance disiplin menerapkan aturan dasar keselamatan proses guna meminimalkan potensi bahaya, termasuk risiko kebocoran fluida.

Pemahaman pekerja terhadap keselamatan proses juga diukur secara berkala melalui survei kompetensi serta diperkuat dengan edukasi melalui berbagai kanal.

Kilang Balongan juga menerapkan Process Safety Performance Indicator (PSPI) sebagai leading indicator untuk mengukur dan mengevaluasi efektivitas Process Safety Asset Integrity Management System (PSAIMS) secara real-time.

Selain itu, budaya Hazard Hunter terus diperkuat dengan mendorong pekerja untuk aktif mengidentifikasi dan melaporkan potensi bahaya keselamatan proses. Upaya tersebut diperkuat melalui skema apresiasi dalam program Process Safety Awareness.

Dari sisi kesiapan operator, RU Balongan mengembangkan Operator Training Simulator (OTS). Para operator diwajibkan mengikuti pelatihan OTS sebelum bertugas sebagai panelman.

Melalui simulasi tersebut, operator dilatih menghadapi berbagai kondisi, mulai dari startup, shutdown, troubleshooting, hingga situasi darurat. Dengan demikian, kemampuan pengambilan keputusan dan respons operator dapat diuji dalam kondisi yang menyerupai situasi operasional sebenarnya.

Dalam pengelolaan risiko dan keandalan aset, Kilang Balongan menerapkan Barrier Management System untuk mengendalikan skenario berisiko tinggi yang berpotensi menimbulkan major accident.

Sistem tersebut diperkuat dengan Excellent Reliability System, sebuah platform berbasis web yang digunakan untuk memantau kondisi safety critical elements dan berbagai peralatan kilang secara lebih presisi.

Pada aspek proteksi kebakaran, RU Balongan juga melakukan modernisasi melalui pengembangan Integrated Fire Readiness System. Sistem tersebut digunakan untuk memantau kesiapan fasilitas pemadam kebakaran.

Strategi penanganan kebakaran juga dikembangkan dari pendekatan defensif menuju offensive fire protection system, antara lain melalui penyiapan foam monitor berkapasitas tinggi.

Tak kalah penting, pengawasan terhadap kontraktor dilakukan melalui Contractor Safety Management System (CSMS) secara menyeluruh.

Penerapan CSMS mencakup tahapan kualifikasi berdasarkan tingkat risiko, penilaian pra-kerja, pengawasan di lapangan hingga evaluasi setelah pekerjaan selesai.

Efisiensi inspeksi ditingkatkan melalui penerapan Basic Operation Care (BOC) dan digital patrol berbasis QR code. Melalui sistem tersebut, pemantauan kondisi fasilitas dapat dilakukan secara lebih cepat dan terdokumentasi.

Sementara itu, kondisi kilang dipantau secara terpusat selama 24 jam melalui CCTV Command Center. Sistem ini diharapkan mampu mempercepat identifikasi sekaligus respons terhadap setiap anomali yang terjadi di area operasional.

Rangkaian program tersebut menunjukkan adanya perubahan paradigma dalam penerapan K3 di RU Balongan, dari pendekatan yang semata-mata bersifat responsif menuju sistem keselamatan yang prediktif, adaptif, berbasis data, dan berkelanjutan.

Empat penghargaan ISEA 2026 sekaligus menjadi pengakuan atas upaya Kilang Balongan dalam membangun budaya keselamatan yang tidak hanya mengandalkan prosedur, tetapi juga kepemimpinan, kompetensi manusia, keandalan aset, inovasi, dan pemanfaatan teknologi.

Dengan pendekatan tersebut, RU Balongan terus berupaya memastikan aspek keselamatan menjadi bagian integral dalam setiap aktivitas operasional kilang, sekaligus mendukung terciptanya operasi yang aman, andal, efisien, dan berkelanjutan. (N.Tarigan)

Comments (0)
Add Comment