RINGSATU-INDRAMAYU-Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam mengangkat derajat perempuan kembali digaungkan dalam konteks kekinian. Melalui seminar bertema “Merekonstruksi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola dan Perlindungan Anak di Ruang Digital”, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu bersama Korps PMII Putri (KOPRI) Indramayu mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, untuk menjadi pelopor ruang digital yang aman dan bertanggung jawab.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Diskominfo Indramayu pada Jumat (24/4/2026) ini menjadi ruang refleksi sekaligus ajakan kolaboratif dalam menghadirkan ekosistem digital yang ramah bagi perempuan dan anak.
Kepala Diskominfo Kabupaten Indramayu, Suwenda, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap peran mahasiswa sebagai agen perubahan di era digital. Ia menekankan pentingnya literasi informasi di tengah derasnya arus digitalisasi.
“Mahasiswa diharapkan menjadi agen informasi yang baik, tidak mudah menerima informasi mentah, serta turut menyosialisasikan program pemerintah kepada masyarakat,” ujarnya.
Suwenda juga menegaskan bahwa Diskominfo terbuka untuk kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk mahasiswa, dalam pemanfaatan layanan digital pemerintah daerah, seperti kemudahan pembayaran pajak melalui aplikasi.
Sementara itu, Ketua PC KOPRI PMII Indramayu, Roudhotul Maula, menekankan bahwa semangat Kartini harus terus direpresentasikan dalam berbagai tantangan zaman. Ia menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi perempuan, mulai dari kekerasan di lingkungan pendidikan hingga kasus pekerja migran.
“Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperluas pemahaman masyarakat terkait berbagai regulasi, sekaligus mendorong mahasiswa agar aktif menyebarkan informasi yang benar dan edukatif,” ungkapnya.
Pada sesi diskusi, narasumber dari Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Indramayu, Bambang Purnomo, mengulas peran media sosial sebagai sarana pemberdayaan perempuan. Menurutnya, platform digital tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga membuka peluang untuk berkembang, membangun jejaring, serta menyuarakan aspirasi.
Namun demikian, ia mengingatkan adanya tantangan serius berupa maraknya hoaks dan disinformasi yang berpotensi merugikan masyarakat, khususnya perempuan dan anak.
“Perempuan tangguh bukan hanya yang mampu beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga yang mampu memanfaatkannya untuk membawa dampak positif bagi diri sendiri dan lingkungan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif dalam memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan, sekaligus menciptakan ruang digital yang aman, cerdas, dan bertanggung jawab di Kabupaten Indramayu. (N.Tarigan)