Dituding Anggaran Dana Desa Tidak Transparan? Masyarakat Cipanas Datangi Kantor Kuwu

 

RINGSATU-CIREBON-Puluhan warga mengatasnamakan Perwakilan Masyarakat Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Kamis (6/11/2025) sekira pukul O9.00 WIB pagi mereka mendatangi kantor balai desa setenpat. Kedatangan mereka tak lain menuntut Maman Sudirman kuwu Cipanas transfaran dalam setiap penggunaan anggaran desa.

Aksi audensi tersebut di hadiri mantan kuwu Cipanas Banu Rengga, tokoh masyarakat Rasja dan Kasja Sitompul dan puluhan warga lainnya.

Dengan bekal data yang mereka miliki mereka mempertanyakan realisasi anggaran desa. Dari tahun 2019 hingga tahun 2025. yang menurutnya dalam laporan keuangan desa tersebut.

Banyak laporan penggunaan anggaran desa yang tidak masuk akal dan diduga fiktif serta janggal. Ada beberapa poin terkait laporan penggunaan anggaran desa yang ditanyakan oleh Rasja. Terhadap kuwu Maman, yakni pada kegiatan hanya untuk pendataan masyarakat saja. Dengan nilai hingga Rp.100 juta lebih.

Ditambah adanya laporan pada kegiatan untuk kesenian desa dan olah raga kepemudaan yang nilainya hingga puluhan juta rupiah. Padahal setahu warga kedua kegiatan tersebut tidak pernah ada.

“Ditambah ada laporan realisasi penggunaan anggaran desa untuk sumur bor. Dengan nilai Rp10 juta dan itu dianggarkan setiap anggaran, padahal setahu kami tidak ada tuh sumur bor,”ujar Rasja.

Dan menurut Rasja masih banyak lagi poin-poin laporan penggunaan anggaran desa. Yang dilaporkan oleh pihak Pemdes Cipanas yang dianggap janggal dan tidak masuk akal.

“Intinya kami minta jawaban secara tertulis dan bila perlu kami minta APBDes-nya. Terkait semua laporan penggunaan anggaran desa hal ini sesuai dengan UU KIP no 14 tahun 2008. Dan tentunya peran serta masyarakat dalam pemberantasan tindak pidana korupsi,”tegas Banu Rengga.

Ditambahkan oleh Kasja Sitompul, bahwa sistem Pemerintahaan desa bukan seperti kerajaan. Sistem Pemerintahan menurut Kasja pemimpinya harus merangkul semua lapisan masyarakat.

“Tapi gaya kepemimpinan kuwu Maman seperti kerajaan yang diutamakan dalam setiap pembangunan desa itu keluarganya dulu. Atau orang-orang dekatnya dan pendukungnya saja.”sindirnya.

Menanggapi semua itu, kuwu Maman Sudirman menanggapinya secara santai.
Ia menjelaskan bahwa data yang ditunjukan dan ditanyakan oleh peserta audensi. Merupakan data globalnya saja,padahal kata kuwu Maman. Dari angka global tersebut kemudian dibagi lagi untuk setiap kegiatan desa.

Ia pun berjanji akan memberikan penjelasan secara lisan kepada warganya terkait realisasi anggaran desa selama ia jadi kuwu Cipanas.

Meski demikian ia mengapresiasi terhadap warganya yang sudah menanyakan terkait penggunaan anggaran desa. Dan semua itu menurutnya bentuk dan perhatian terhadap pemerintahannya.

“Dengan adanya aksi audensi tadi saya mengapresiasi, itu sebagai pengingat. Karena manusia tidak luput dari salah dan khilaf, mudah-mudahan. Kedepan kami lebih hati-hati lagi dalam pengelolaan anggaran desa,”pungkas kuwu Cipanas ini. (Bisri)

Comments (0)
Add Comment