Ringsatu.id-Indramayu-Pemutusan kerja sejumlah Pegawai Tidak Tetap Tenaga (PTT) Klinik Putra Remaja Kabupaten Indramayu pada tahun 2022 berbuntut panjang, persoalan ini semakin manjadi perhatian publik ketika seorang Anggota Dewan dari Fraksi PDI Perjuangan mengunggah status di akun Medsos milik pribadinya menyinggung pemutusan kerja tersebut.
Dari unggahan tersebut, akhirnya anggota Legislatif Anggi Noviah dari Fraksi PDI Perjuangan yang berniat mensuarakan aspirasi rakyat dari hasil dengar keluhan sejumlah exs nakes dan berdasarkan kabar dari berbagai media, unggahan tersebut berbuah 2 pelaporan aduan ke polisi atas dirinya.
Menanggapi persoalan yang semakin memanas, 5 dari 11 orang yang diputus kerjanya mendatangi kantor DPRD Indramayu untuk menemui Anggi Noviah pada Kamis (20/01/2022).
Tiara Yasinta salah satu mantan PTT Klinik Putra Remaja menyayangkan atas tindakan PLT Kepala Dinas Kesehatan telah melaporkan Anggota Dewan yang telah mendengar aspirasi atas dirinya dan kawan-kawannya yang telah diputus kerjanya dan menegaskan dirinya beserta teman-temannya siap memberikan kesaksian dengan memberikan keterangan secara rinci dan detail.
“Kalau bukan Anggota Dewan, maka siapa lagi yang akan mendengar aspirasi kami.”singkat Tiara.
Lanjutnya,“Saya masuk kerja dari tahun 2017, dari klinik baru di buka sampai sekarang klinik sudah di lihat banyak orang dan sangat susah payah saya masuk mengikuti tes, mulai dari tes tulis, tes wawancara, dan menyisihkan ratusan orang yang ikut tes pada saat itu. Kami memperjuangkan hak kami, sebab pemangkasan itu tanpa alasan apapun ke kami. ” Keluh Tiara.
Dalam rangka mencari keadailan, ia bekerja sudah lama mengabdi namun dipangkas tanpa alasan dan hanya secara lisan penyampaiannya. Tiara menjelaskan kronologi pemutusan dirinya dan teman-temannya, tepatnya 7 januari 2022 di kumpulkan di Aula Klinik Putra Remaja.
“Awalnya kami tidak tau kalau itu pembahasan tentang pemutusan Kerja, kami hanya tau pada saat itu ada pembagian kas. Saat itu kita kumpul di aula Klinik, yang hadir pada saat itu Kepala Puskesmas Margadadi, penanggung jawab Klinik Putra Remaja, dan pelaksana Dokter Klinik Putra Remaja. Kami hanya mendengar nama-nama yang masih PTT dan nama-nama yang tidak di sebutkan terkena pemangkasan. Atas nama saya bersama 10 teman lainnya yang sudah mengabdi sejak tahun 2017 tidak ada yang disebutkan, maka terkena pemangkasan.” tandasnya.
Setelah itu, Kepala Puskesmas mengatakan nama-nama yang tidak di sebutkan tidak di berikan seksi tanya jawab lalu keluar begitu saja meninggalkan kami, dan penanggungjawab klinik mengatakan yang sudah di pangkas silahkan keluar dari ruangan dan pemutusan kontraknya pun hanya melalui Whatsapps.
Disinggung mengenai hal yang ingin disampaikan terhadap Bupati Indramayu kelima orang tersebut menyampaikan secara bersamaan.
“Terimakasih Ibu Bupati atas pemangkasannya yang telah menambahkan angka pengangguran di Indramayu”. Paparnya.
Ditambahkan oleh temannya, Marnita Fitriani bahwa sebelum melakukan curhat ke Anggi, dirinya beserta temannya melakukan koordinasi ke Puskesmas Margadadi melalui bagian kepegawaian hingga ke bagian Kepegawaian Dinas Kesehatan Indramayu namun tidak menemukan solusi. (Tedy)