Ringsatu.id-Indramayu-Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang berasal dari aspirasi Partai PDIP untuk sejumlah siswa SMKN 1 Arahan Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat diduga dipotong. Modus pemotongan yang diduga dilakukan pihak SMKN 1 Arahan yakni dengan cara siswa yang dapat PIP akan langsung dipotong dengan harus membeli perlengkapan sekolah.
Padahal menurut narasumber terpercaya menyebutkan, harga perlengkapan sekolah dengan nominal uang yang harus dibayarkan siswa sangat jauh dan terkesan sangat mahal.
“Bagi siswa yang dapat PIP Rp.1 juta dipotong Rp 675 ribu oleh pihak sekolah. Katanya pemotongan itu untuk beli baju seragam wearpack dan tanda balok diseragam. Padahal harga wearpak itu hanya sekitar Rp 150 ribuan ditambah dengan harga atribut tanda balok yang harganya tidak seberapa.”Ujar narasumber yang namanya tidak bersedia disebutkan ini.
Dengan adanya pemotongan senilai Rp.675 ribu untuk pembelian perlengkapan sekolah, lanjut sumber. Siswa yang dapat PIP Rp.1 juta mereka hanya menerima Rp.325 ribu.
“Yang lebih mirisnya lagi siswa yang dapat PIP Rp.500 ribu terkadang mereka dikasih ala kadarnya saja oleh pihak sekolah.”Jelas sumber.
Dari informasi dan data yang berhasil dikumpulkan awak media dari beberpa narasumber terpercaya menyebutkan. Jika tahun 2021 lalu tercatat sebanyak 383 siswa SMKN 1 Arahan dapat program bantuan PIP dari aspirasi Partai PDIP. Dengan nominal bantuan berbeda, seperti untuk siswa kelas X (satu) Rp.500 ribu sedangkan bagi siswa kelas XI dan kelas XII masing-masing Rp.1 juta.
Sementara itu, keterangan pihak SMKN 1 Arahan yang disampaikan Kaur TU Rasiti mengatakan. Jika bantuan PIP dari aspirasi Partai PDIP tersebut menurutnya belum cair.
Kalaupun cair kata Rasiti yang mencaikan bukan lah pihak sekolah melainkan orang PDIPnya yakni Untung selaku ketua PAC PDIP kecamatan Arahan.
“Belum cair pak,kalaupun sudah cair yang mencairkannya juga bukan pihak sekolah tapi pak Untung dengan siswa.Karena bantuan itukan dari aspirasi partai PDIP.”Ujar Kaur TU SMKN 1 Arahan saat ditemui diruang kernya, Senin (24/1/2022).
Dikatakannya, bahwa pihak SMKN 1 Arahan tidak tahu menahu terkait siswanya dapat bantuan PIP. Sebab menurut Rasiti yang mendata calon penerima PIP adalah pihak partai PDIP.
“Jadi silahkan tanya ke pak Untung saja supaya lebih jelas terkait PIP itu karena pihak sekolah tidak tahu menahu.”Jelas Rasiti.
Sementara keterangan yang diberikan Untung ketua PAC PDIP kecamatan Arahan saat ditemui dirumahnya, Senin (24/1/2022) mengatakan. Data penerima PIP SMKN 1 Arahan yang diusung oleh partainya yakni sebanyak 413 siswa. Dan ia menampik jika dirinya disebut yang mencairkan bantuan PIP seluruh siswa SMKN 1 Arahan.
“Yang sudah saya cairkan PIP itu baru 15 siswa dari 30 siswa sebab sisanya belum bisa dicairkan karena berbagai kendala.Jumlah siswa SMKN 1 Arahan yang dapat PIP dari aspirasi itu ada 413 siswa dan sisa pencairannya saya tidak tahu. Karena pencairannya biasanya dikolektifkan oleh pihak sekolah.”Terang Untung.
Untung mengaku kaget ketika mendengar keterangan dari awak media perihal siswa yang dapat PIP Rp.1 juta namun hanya menerima Rp.325 ribu. Karena sebelumnya pihak sekolah memotong sebesar Rp.675 ribu yang konon katanya untuk menebus seragam wearpak dan atribut sekolah.
“Saya baru mendengar tuh, karena waktu di cairkan oleh saya tidak ada potongan apapun.Semua uang diserahkan kepada siswa masing-masing.”Tandas ketua PAC PDIP Arahan ini.
Saat disinggung terkait adanya rumor jika pihak partai PDIP minta fee sebesar 20 % dari bantuan PIP siswa SMKN 1 Arahan. Namun hal tersebut dibantah oleh Untung yang mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah meminta fee tersebut.
“Tidak benar itu kalau kami minta 20 persen dari bantuan PIP itu hanya bungkusan kosong saja.”Bantah Untung.(Bisri).