Ringsatu.id-Indramayu-Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan OKK DPP Amsi Jiaul Haq mengecam Akhir-akhir ini ada pihak-pihak tertentu dalam tindakan dan perbuatannya menyerempet-nyerempet masalah SARA (Suku, agama, ras dan antar golongan), sehingga cukup mengganggu dan menimbulkan kegaduhan seperti adanya orang atau pihak yang membuat rendang daging babi padang dan nasi uduk babi aceh yang sangat menyinggung dan melukai hati orang minangkabau atau padang dan aceh.
Lanjut Jiaul Haq yang juga Pengurus Islampobia Syarikat Islam terakhir kita dikejutkan lagi oleh Holywings di akun Instagram-nya yang jelas-jelas mengandung unsur SARA di mana pihak perusahaan tersebut dalam rangka mempromosikan produknya, dalam postingan-nya, Holywings sempat menampilkan gambar dari promosi produk minuman beralkoholnya dengan menggratiskan satu botol alkohol bagi calon konsumen yang memiliki nama Muhammad dan Maria.
“Hal ini tentu jelas sangat menyinggung hati dari umat islam karena nama Muhammad itu adalah nama nabi dan sosok yang sangat dihormati oleh umat islam di mana beliau telah melarang umatnya untuk meminum alkohol dan atau minuman keras. Tetapi Holywings malah memberi hadiah dan menggratiskan satu botol alkohol bagi calon konsumen yang memiliki nama Muhammad. Mungkin ada yang berkilah bahwa mereka tidak menghina Nabi Muhammad dan orang yang beragama islam. Mereka hanya ingin memberi kehormatan dan hadiah kepada orang yang bernama Muhammad.” Ungkapnya Haq yang juga pengurus Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren Indonesia (Hebitren) Pusat.
Pertanyaannya dari ribuan nama yang ada yang mungkin bisa mereka pilih dan kasih hadiah mengapa nama Muhammad yang mereka pilih? Apakah mereka tidak tahu nama itu adalah nama yang sangat dihormati oleh umat islam. Bukankah tindakan dan perbuatan tersebut mereka lakukan tidak merupakan sebuah unsur kesengajaan bagi merusak nama agama islam dan umatnya? Saya melihat hal ini jelas-jelas sangat tendensius dan berpotensi bagi memancing kekeruhan dan kemarahan umat islam.
Namun, karena yang bersangkutan sudah minta maaf ya sudah. Cuma meskipun demikian perbuatan dan tindakan-tindakan tersebut di atas tentu saja jelas-jelas menyisakan pertanyaan, pertama mengapa akhir-akhir ini kok sering sekali muncul tindakan dan perilaku yang mendiskreditkan agama islam dan umatnya? Kedua kenapa pihak keamanan responsnya kesannya kok biasa-biasa saja? Ketiga apa sebenarnya yang terjadi dibalik ini semua? Terus terang saya tidak tahu, yang saya tahu kesabaran seseorang atau sekelompok orang itu ada batasnya. Dan bila batas itu dilewati maka tidak mustahil hal-hal yang tidak kita inginkan bisa terjadi dan hal demikian tentu saja tidak kita harapkan. (N.Tarigan)