Anggaran Rehab MI Ma’rif Legok-Indramayu Diduga Di Mark-Up

 

Ringsatu-Indramayu-Sejumlah madrasah yang berada diwilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat tahun 2024 lalu. Mendapatkan bantuan rehab Gedung Madrasah dari Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia melalui program afirmasi rehab berat.

“Salah satu penerima bantuan tersebut yakni MI Ma’rif Legok Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu. Menurut keterangan Kepala MI Ma’arif Legok Amin saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Kamis (30/1/2025) mengatakan bahwa bantuan Rehab yang diterima sekolahnya yakni sebesar Rp.300 juta lebih. Yaitu denganmerehab 2 ruang kelas yakni kelas 1 dan 2.

Pelaksanaan pekerjaan sendiri menurut Amin, dilaksanakan pada bulan oktober hingga selesai pertengahan desember 2024 lalu. Saat ditanyakan mekanise pelaksanaan pekerjaan rehab untuk madrasahnya seperti apa?

Amin selaku kepala MI Ma’arif Legok mengaku banyak tidak tahunya. Yang jelas kata Amin, semua pekerjaan dilaksanakan oleh pelaksana atau pihak ketiga.

Selain itu kata Amin, pembuatan surat laporan pertanggungjwaban (LPJ) kegiatan pelaksanana pekerjaan rehab dibuat oleh pihak pelaksana.

“Saya tidak tahu karena semua pekerjaan dilaksanakan oleh pelaksana. Termasuk yang membuat SPJ nya juga ya pihak pelaksana,”ucap kepala MI Ma’arif Legok ini.

Saat disinggung terkait adanya dugaan Mark-up anggaran di pelaksanaan rehab MI Ma’arif Legok. Mengingat anggaran untuk rehab tersebut lumayan besar yakni diangka Rp 300 juta lebih. Sedangkan gedung yang direhab hanya 2 ruang kelas. Mendengar pertanyaan tersebut, Amin hanya terdiam.

Adanya dugaan Mark-up Anggaran pada pelaksanaan 2 ruang kelas MI Ma’arif Legok. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan yang dilontarkan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Islam Darma Aji, Wildan KH. Yakni yayasan yang menaungi MI Ma’arif Legok.
Menurut Wildan, dengan anggaran Rp.300 juta lebih pihaknya mengaku sanggup untuk membangun 2 ruang kelas baru dengan kwalitas bangunan yang bagus.

“Tapi ini dengan anggaran segitu lumayan besar hanya merehab 2 ruang kelas. Padahal jika bantuan itu benar-benar diserahkan ke kami. Saya sanggup membangun 2 ruangan baru dengan kwalitas bagus. Tapi yang namanya bantuan semuanya seperti itu,”papar pria 35 tahun ini.

Meski ia selaku ketua yayasan, Wildan mengaku banyak tidak tahunya terkait bantuan dari Kemenag tersebut. Pasalnya bantuan rehab tersebut berawal dari komitmen antara almarhum ayahnya (H. Munaji) dengan orang yang membawa program bantuan tersebut.

“Saya banyak tidak tahunya terkait bantuan itu, sebab bantuan itu hasil komitmen almarhum ayah saya dengan orang yang bawa pogram itu. Dan saya pun tidak tahu siapa yang jadi pelaksana pada pekerjaan rehab ruang kelas MI itu,”jelas pria berkacamata putih ini.

Sementara itu, Syukron yang disebut-sebut pihak yayasan Pendidikan Islam Darma Aji selaku pelaksana. Pada pekerjaan rehab 2 ruang kelas MI Ma’arif Legok saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsAppnya (WA), Kamis (30/1/2025) mengatakan. Ia awalnya mengaku sebagai salah satu pengurus yayasan Pendidikan Islam Darma Aji. Setelah disampaikan oleh awak media ini jika pihak yayasan sendiri tidak mengenalnya.

Syukron buru-buru ia mengaku sebagai anggota salah satu LSM. Bahkan ia juga mengaku sebagai wartawan salah satu media online. Dan Syukron meminta agar awak media ini untuk menemuinya dikantor LSM yang ia maksud. (Bisri)

Comments (0)
Add Comment