Agen E-Warong Jono Diduga Kurangi Komoditi, Raup Keuntungan Ratusan Juta Program BPNT

 

Ringsatu id-Majalengka-Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program BPNT Desa Gunungwangi Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat mengeluh terkait komoditi sembako yang mereka terima berkurang.

Seperti yang dituturkan oleh salah satu penerima bantuan program BPNT desa Gunungwangi berinisial IN mengatakan. Ia bersama yang lainnya telah menerima bantuan BPNT untuk 2 bulan yakni Juni-Juli 2022.

Jika dirupiahkan bantuan tersebut yakni sebesar Rp.400 ribu. Yang seperti biasa ia dengan yang lainnya menerima komoditi sembako dari E-Warong.

Namun IN dengan penerima bantuan BPNT lainnya mengaku kecewa terkait komoditi sembako yang mereka terima diduga berkurang.

“Dari bantuan Rp.400 ribu dengan sembako yang kami terima jika dihitung jelas tidak akan sampai Rp.400 ribu “ungkap IN. Kamis (25/8/2022).

IN mencontohkan, dari Rp.400 ribu ia dengan penerima bantuan Bansos BPNT lainnya hanya menerima 2 karung beras dengan masing-masing ukuran 10 kg. 20 butir telor ayam, 2 bungkus daging ayam yang tidak sampai 2 kg, 6 buah apel ukuran sedang dan 2 bungkus tahu masing isi 6 biji.

“Jika dihitung jelas tidak akan sampai Rp.400 ribu, selain itu kami juga tidak dikasih struk atau rincian nota komoditi yang kami terima dari E-Warong.”jelasnya.

Selain itu E-Warong milik Jono selaku penyalur bantuan BPNT desa Gunungwangi selama ini dituding oleh penerima BPNT telah berbuat curang.

“Kami menduga jika selama ini E-Warong milik pak haji Jono telah berbuat curang. Buktinya bahan sembako yang kami terima berkurang dan harganya pun jauh lebih mahal dari harga pasar.”Tegas IN yang mengaku mewakili kekesalan para penerima bantuan BPNT Gunungwangi terhadap E-Warong milik Jono ini.

Dikatakan IN selaku pengurus E-Warong milik Jono adalah menantunya yakni Mely. Dan Mely ini menurut IN konon katanya akan maju sebagai calon kepala desa (Kades) Gunungwangi.

Namun IN menyayangkan terhadap sikap Mely yang katanya akan maju sebagi calon Kades. Akan tetapi perbuatan dan sikapnya justru berprilaku tidak jujur.

“Mely itu katanya mau nyalon kuwu (Kades) masa calon kuwu kelakuannya seperti itu. Masih bakal calon aja sudah begitu bagaimana kalau sudah jadi kuwu.” Sindir IN.

Sementara itu, Mely saat dihubungi melalui pesan singkat ke nomer Whats Appnya (WA),Jumat (26/8/2022). Dengan maksud minta komentar dan tanggapan terkait dugaan pengurangan komoditi atau sembako terhadap KPM BPNT.

Namun pengurus E-Warong milik Jono desa Gunungwangi tersebut tidak menjawab pertanyaan wartawan media inj. (Bisri).

Comments (0)
Add Comment