Ringsatu-Indramayu-Para peserta Pasis Dikreg LXIV Seskoad TA 2024 melakukan kunjungan lapangan ke Perusahaan Krupuk di Desa Kenanga, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.
“Rombongan KKL (Kuliah Kerja Lapangan) tiba di lokasi UMKM Perindustrian pada pukul 15.45 WIB, disambut langsung oleh pemilik perusahaan krupuk udang Padi Kapas H Daspan dan H Mustopik.”
Dihadapan 14 Perwira Siswa (Pasis) Dikreg LXIV Seskoad TA 2024 yang sedang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL), Pengusaha Kerupuk ‘Padi Kapas’ H Mustopik, menjelaskan bahwa di wilayah Desa Kenanga terdapat kurang lebih sekitar 35 pabrik kerupuk udang, yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Kerupuk Indramayu (APKI) yang pemasarannya hingga ke seluruh penjuru Indonesia terutama di pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga ke pulau Bali.
“Kalau bicara produksi rata-rata setiap hari 1 ton sampai dengan 3 ton lebih dalam seharinya. Atau jika dirata ratakan dalam sebulan 30 ton 50 ton setiap bulannya. Jika dihitung produksi kenangan hampir 800 ton produksi setiap bulannya.”
Produksi kerupuk kita cukup stabil. Pada kondisi normal menggunakan pengering alami yaitu terik matahari namun saat musim penghujan menggunakan mesin open dengan kapasitas 5 kwintal hingga 1 ton perharinya, memang belum semua pabrik punya. Tapi untuk pabrik skala besar pasti sudah punya mesin pengering” Ujar H Mustopik yang akrab disapa Bos Bombom.
H Mustopik mengajak para perwira siswa (pasis) untuk melihat secara langsung aktifitas produksi krupuk mulai dari bahan baku, pengolahan, penjemuran hingga pengemasan prodak. Harapannya ke depan sentra industri krupuk terbesar di Indramayu harus terus dikembangkan. Pungkasnya.
“Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekertaris Kecamatan Sindang, Indra Sulastri, S.Sos., M.Si., Babinsa Koramil 1602/Sindang, Bhabinkamtibmas Polsek Sindang, para pengurus Asosiasi Pengusaha Kerupuk Indramayu (APKI)”. (Tim)