Nina Agustina, Ady dan Program-Program Unggul-Unggulan
Oleh : H. MAHPUDIN, S.H., M.M., M.Kn.
Ringsatu.id-Indramayu-Di era dunia postmodernisme dan post truth (pasca kebenaran), saya lebih suka membaca post truth ini sebagai “melampaui” kebenaran, maka paralel atau melahirkan sikap narsisme, puja puji atas dirinya, “paunggul-unggul dewek” dan paradoksal antara hati, pikiran dan perilaku pada diri seseorang baik dalam dunia nyata maupun dalam dunia maya. Tanpa kecuali virus post truth ini memapar pada figur pejabat politik dari pusat sampai daerah. Membangun citra diri yang unggul bagi pejabat politik adalah suatu keniscayaan. Manusia post truth lebih percaya pada tampilan kemasan yang menawan dan terkenal daripada isi kemasannya, sama seperti lebih menyukai amplovenya dari pada isi amplovnya padahal pada kenyataannya orang akan lebih menyukai dikasih isi tanpa amplove dari pada amplove tanpa isi. Suatu sikap ironis dan paradoksal.
Begitupun pada konteks Indramayu, rakyat memilih pemimpinya sebagai pejabat politik sebagai bupati dan wakil bupati, bukan semata karena ingin adanya perubahan rezim tetapi juga peran media dan tim sukses dan calon yang bersangkutan mematut matutkan diri dan mencitrakan dirinya sebagai figur yang layak dan patut dipilih lengkap dengan tagline kampanye dan program-program unggulannya yang akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi rakyatnya. Namun apa dikata setelah terpilih, dilantik dan memimpin sebagai pejabat publik, tagline kampanye itupun “menguap” begitu saja tanpa ada pihak yang mampu “mencairkan” agar mengalir nyata bagi kesejahteraan “semua” rakyatnya. Bagaimana akan mencair kepada semua rakyat tanpa diskriminasi, kalau partai pengusung dan tim suksesnya saja tidak dapat “cairan” atas distribusi kekuasaannya.
Program unggulan Bupati Nina Agustina yang selakyanya patut diapresiasi pada tataran implentasi dan sempat mendapat apresiasi positif dari komunitas media, namun viral positifnya bagaikan “obor blarak”. Sampai dimana progres implementasi 10 (sepuluh) program unggulan INDRAMAYU BERMARTABAT, yang diplesetkan oleh sebagian tim suksesnya menjadi INDRAMAYU BERMARTABAK atau menjadi MARTABAK INDRAMAYU. Tidak ada papan pengumuman atau sarana yang memberikan informasi terkait progres 10 program unggulan tersebut atau memang saya yang buta tuli terhadap informasi publik (padahal ini menjadi salah satu kewajiban pemerintah daerah terkait regulasi informasi publik, termasuk informasi APBD (E-Budgeting) yang harus bisa diakses oleh publik ) yang disajikan oleh Pemerintah Daerah.
Fungsi kontrol (pengawasan) yang menjadi Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) DPRD disamping fungsi budgeting dan legeslasi, terindikasi dan terbaca tidak berjalan optimal terhadap kinerja eksekutif. Hal ini dapat terbaca dari gerakan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Wiralodra (BEM UNWIR) Indramayu yang melakukan kontrol jalanan sebagai fungsi “watashaubil haq watashaubisy-syobr) pada medio Desember 2021 yang bertitik sentral pada Pendopo kantor Bupati dan Gedung DPRD Indramayu.
Program Unggulan Bupati Nina ini diikuti oleh Direktur Utama Perusahaan Daerah (Dirut Perumda) Tirta Dharma Ayu Dr. Ir. H. Ady Setiawan, S.H., M.H., M.M., PIA., yang dipilih oleh Bupati Nina dari nama yang sudah dinyatakan tidak lulus seleksi oleh Panitia Seleksi (Pansel) yang diketuai oleh Asisten II selaku Ketua Ex-Oficio untuk menggantikan nama Cecep yang meninggal dunia jelang tahap wawancara. Suatu sikap politik ironis dan paradoksal yang “dibiarkan” oleh semua pihak terkait. Sikap para pihak terkait atas “pembiaran” kemungkaran di depan mata menjadi bagian yang “ad’aful iman”.
Dirut Perumda Tirta Darma Ayu me-lounching program unggulan yang diberi nama Dermayu Banyu Sehat (DEBAS). Program DEBAS sebagai terobosan baru dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan peningkatan kualitas air bersih kepada masyarakat. Faktanya program unggulan Dermayu Banyu Sehat dari Perumda Tirta Darma Ayu ini tidak sejalan dengan yang ada di lapangan (media online Ringsatu.Id-Indramayu, 24 Desember 2021).
Mendapati fakta-fakta atas program unggulan ini, maka saya membacanya dua hal saja, yaitu : pertama dalam bentuk pertanyaan : ini semua program unggulan beneran atau sekedar program unggul-unggulan ? dan yang kedua dalam bentuk pernyataan : meminjam sarahnya GUS DUR dalam “mati ketawa ala rusia”, maka mari kita tertawa ala dermayu.
Wallohu a’lam bisy-syowab.
Penulis adalah : Advokat / Konsultan Hukum, pernah jadi anggota Dewan Pengawas PDAM Tirta Darma Ayu priode 2012 – 2015.