Perkuat Ketahanan Energi Nasional, Tim IQQA Pertamina Gelar MWT ke Kilang Balongan
RINGSATU-INDRAMAYU-PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Balongan terus memperkuat keandalan operasional kilang sekaligus memastikan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pasokan energi nasional.
Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui kegiatan Management Walkthrough (MWT) jajaran manajemen Integrated Quality & Quantity Assurance (IQQA) PT Pertamina (Persero) ke RU Balongan, Indramayu, pada Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Amanah, Kompleks RU Balongan, tersebut dipimpin langsung Vice President Integrated Quality & Quantity Assurance (VP IQQA) PT Pertamina (Persero), Deby Irawan Sanjaya, bersama jajaran manajemen.
Rombongan MWT diterima Executive General Manager RU Balongan, Yulianto Triwibowo, didampingi jajaran manajemen RU Balongan.
Kunjungan tersebut berfokus pada pengawasan dan evaluasi aspek kualitas serta kuantitas, sekaligus membahas tantangan teknis terkait pasokan minyak mentah (crude oil) untuk mendukung kelancaran operasional kilang.
Yulianto mengatakan, kunjungan MWT IQQA Holding menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam menjaga keandalan kilang di tengah dinamika pasokan bahan baku serta kebutuhan energi nasional.
“Di tengah tantangan pemenuhan pasokan bahan baku, RU Balongan terus berupaya menjaga fleksibilitas dan keandalan operasional demi pemenuhan BBM nasional,” ujar Yulianto.
Menurutnya, salah satu tantangan yang tengah dihadapi adalah tingginya kebutuhan Solar nasional yang harus diimbangi dengan pengelolaan suplai bahan baku secara optimal.
“RU Balongan saat ini menjadi salah satu benteng utama (bumper) dalam merespons perubahan pola suplai energi nasional. Kami terus berupaya maksimal menjaga fleksibilitas dan keandalan pengolahan agar ketersediaan BBM, khususnya Solar, tetap terjaga aman di masyarakat,” katanya.
Sementara itu, VP IQQA PT Pertamina (Persero), Deby Irawan Sanjaya, menjelaskan bahwa kegiatan MWT tersebut merupakan tindak lanjut arahan Direktur Logistik & Infrastruktur PT Pertamina (Persero), Jaffee Arizon Suardin.
Arahan tersebut ditujukan untuk memastikan kelancaran proses lifting dan pengolahan minyak mentah secara terintegrasi, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Deby juga mengapresiasi kinerja RU Balongan yang dinilai konsisten menjaga keandalan operasional sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan energi masyarakat.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah peningkatan produksi minyak mentah dari sumur Akasia Prima yang disebut mengalami kenaikan signifikan dibandingkan perkiraan awal.
“Produksi dari sumur Akasia Prima saat ini mengalami peningkatan tajam dari perkiraan awal. Ini adalah berkah besar bagi Pertamina, namun harus dikelola dengan kewaspadaan tinggi,” ujar Deby.
Menghadapi kondisi tersebut, Tim IQQA bersama fungsi terkait menyiapkan sejumlah langkah strategis agar peningkatan produksi dan dinamika pasokan bahan baku dapat dikelola secara optimal tanpa mengganggu keandalan operasi kilang, keselamatan kerja, maupun kelestarian lingkungan.
Selain aspek operasional, aspek Health, Safety, and Environment (HSE) turut menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut.
Deby menekankan bahwa perlindungan terhadap pekerja dan lingkungan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga keandalan operasional kilang.
Langkah mitigasi kesehatan dan lingkungan serta pemantauan kondisi fisik pekerja di area operasional dilakukan secara berkala dengan melibatkan tim Health, Safety, Security & Environment (HSSE).
“Kesehatan pekerja dan perlindungan lingkungan merupakan aspek utama. HSSE bukan hanya soal keselamatan kerja, tetapi juga pemeliharaan lingkungan yang berdampak pada reputasi dan keberlanjutan perusahaan,” tegas Deby.
Ia menambahkan, seluruh langkah penanganan harus dilakukan secara cermat agar operasional RU Balongan tetap berlangsung aman, andal, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Rangkaian kegiatan MWT kemudian dilanjutkan dengan pemaparan profil operasi kilang serta site visit ke sejumlah area kritis di lingkungan RU Balongan.
Kegiatan ditutup melalui Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas dan merumuskan Rencana Tindak Lanjut (RTL) secara bersama-sama.
Melalui kegiatan tersebut, Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi antara fungsi terkait dalam menjaga keandalan pengolahan, kualitas dan kuantitas produk, serta keberlanjutan pasokan energi nasional. (N.Tarigan)