Oknum Kepsek SD di Gempol Jadi Sorotan Publik, Diduga Hamili Janda

RINGSATU-CIREBON-Dunia pendidikan di Kabupaten Cirebon kembali menjadi sorotan publik. Seorang oknum Kepala Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kecamatan Gempol dilaporkan ke pihak kepolisian setelah diduga menghamili seorang perempuan berstatus janda hingga usia kandungan memasuki sembilan bulan.

Oknum kepala sekolah tersebut diketahui berinisial SKO (57), sedangkan perempuan yang mengaku menjadi korban berinisial MRF (44), warga Desa Panongan, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon. Keduanya diketahui tinggal di lingkungan yang berdekatan.

Kasus ini mencuat setelah MRF melaporkan SKO ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Cirebon karena sempat tidak mendapatkan kejelasan tanggung jawab atas kehamilan yang dialaminya.

“Awalnya dia tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan saya,” ujar MRF saat ditemui di kediamannya, Kamis (28/5/2026).

Namun setelah laporan dibuat, SKO disebut akhirnya bersedia bertanggung jawab dan membuat surat pernyataan di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon pada 30 April 2026. Surat tersebut diketahui disaksikan salah seorang pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan.

Dalam isi surat pernyataan tersebut, SKO disebut menyepakati pemberian nafkah sebesar Rp200 ribu per bulan selama masa kehamilan serta membantu kebutuhan bayi setelah lahir. Kedua pihak juga sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

Selain itu, korban juga meminta agar dinikahi secara agama oleh SKO, dengan catatan mendapat persetujuan dari istri sah yang bersangkutan.

Baca Juga
1 of 117

MRF mengaku telah mengajukan pencabutan laporan kepolisian dan kini hanya berharap SKO menepati komitmennya.

“Saya hanya ingin dia bertanggung jawab. Saat bayi ini lahir, saya ingin dia ikut menyaksikannya,” katanya sambil menahan tangis.

Meski demikian, MRF mengaku kesulitan untuk berkomunikasi maupun bertemu dengan SKO menjelang proses persalinannya.

“Saya ingin bicara baik-baik, tapi sekarang dia sangat sulit ditemui,” ungkapnya.

Sementara itu, saat wartawan mendatangi kediaman SKO untuk melakukan konfirmasi, seorang perempuan yang mengaku bernama SMH menyampaikan bahwa suaminya sedang tidak berada di rumah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon maupun kepolisian terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.

Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang dan akurat. (Bisri)

Leave A Reply

Your email address will not be published.