Presiden Prabowo Dorong Percepatan Pembenahan Transportasi dan Infrastruktur Nasional
RINGSATU-JAKARTA-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono beserta jajaran di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis nasional yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, mitigasi bencana, hingga peningkatan keselamatan transportasi publik.
Dalam pertemuan itu, pemerintah terus mematangkan rencana pembangunan tanggul laut sebagai langkah jangka panjang untuk melindungi masyarakat yang tinggal di sepanjang pantai utara Pulau Jawa dari ancaman kenaikan permukaan air laut yang terus meningkat setiap tahun. Selain berfungsi sebagai perlindungan kawasan pesisir, proyek tersebut juga diarahkan untuk mendukung ketahanan lingkungan yang berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di masa depan.
Presiden Prabowo juga memberikan perhatian terhadap perkembangan penanganan bencana di wilayah Sumatra, termasuk percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak. Pemerintah berkomitmen memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan optimal agar masyarakat dapat segera kembali menjalani aktivitas dengan aman dan nyaman.
Di sektor transportasi, pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan keselamatan dan kualitas layanan transportasi umum yang sejak awal menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sistem keselamatan, peningkatan kualitas layanan publik, serta pembenahan infrastruktur pendukung transportasi nasional.
Sementara itu, pada sektor perkeretaapian, pemerintah mempercepat berbagai pembenahan strategis, mulai dari penertiban dan penutupan perlintasan sebidang kereta api, revitalisasi jembatan, hingga penyempurnaan teknologi pendukung operasional kereta api. Presiden secara khusus meminta agar seluruh proses pembenahan tersebut dapat dilaksanakan secepat mungkin guna meningkatkan keselamatan masyarakat dan mendukung kelancaran transportasi nasional.
Pertemuan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat pembangunan infrastruktur nasional yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keselamatan masyarakat, ketahanan lingkungan, dan keberlanjutan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. (Buyung)