Ekspansi UNJ ke Indramayu, Strategi Besar Dongkrak IPM dan Sektor Pangan
RINGSATU-INDRAMAYU-Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menancapkan langkah ekspansi strategis ke daerah dengan membangun kampus di Kabupaten Indramayu. Langkah ini tak sekadar memperluas akses pendidikan tinggi, tetapi juga diarahkan untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Indramayu yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Jawa Barat dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui pendekatan akademik berbasis riset dan inovasi. Kehadiran kampus UNJ di wilayah ini diharapkan menjadi katalisator lahirnya sumber daya manusia unggul yang mampu menjawab tantangan sektor pendidikan dan pertanian secara simultan.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyambut positif rencana tersebut dan menyebutnya sebagai momentum penting dalam percepatan pembangunan daerah.
“Kami sangat mengapresiasi langkah UNJ yang memilih Indramayu. Ini bukan hanya pembangunan kampus, tetapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan IPM sekaligus memperkuat ketahanan pangan yang menjadi kekuatan utama daerah kami,” ujar Lucky Hakim.
Ia menegaskan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi akan membuka ruang besar bagi pengembangan riset pertanian, peningkatan produktivitas, hingga kesejahteraan petani.
“Dengan dukungan akademik, kami optimistis akan lahir inovasi baru yang mampu mendorong produktivitas pertanian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor UNJ, Prof Komarudin, menegaskan bahwa pembangunan kampus di Indramayu merupakan bagian dari komitmen UNJ untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang lebih merata dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“UNJ tidak hanya ingin hadir sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan daerah. Kampus di Indramayu akan difokuskan pada pengembangan SDM unggul yang relevan dengan kebutuhan lokal, termasuk sektor pertanian dan ketahanan pangan,” kata Komarudin.
Menurutnya, pengembangan program studi berbasis kebutuhan daerah akan menjadi kunci agar lulusan tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu berkontribusi langsung terhadap pembangunan.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran UNJ di Indramayu melahirkan solusi nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Pembangunan kampus ini juga diproyeksikan memberi efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah, mulai dari tumbuhnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), peningkatan jasa pendukung, hingga penciptaan lapangan kerja baru.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, Indramayu kini diposisikan tidak hanya sebagai lumbung padi, tetapi juga sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. (Tim)