Oknum Kordinator Diduga Terima Setoran 10% Dari Bantuan P3TGAI 

 

Ringsatu-Cirebon-Bantuan program percepatan peningkatan tata guna air (P3TGAI) atau Mitra Cai yang digulirkan setiap tahunnya oleh Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian. Yang diterima kelompok tani pengguna air dengan besaran bantuan sebesar Rp 195 juta.

Namun dari nilai bantuan tersebut kelompok tani selaku penerima bantuan. Mereka diwajibkan untuk setor sebesar 10 persen kepada oknum yang mengaku selaku pengurus partai yang mengusung bantuan tersebut. Dari keterangan kelompok tani atau kuwu yang jadi langganan penerima bantuan P3TGAI mengatakan. Bahwa adanya kewajiban setor 10 persen hal ini bagi mereka sudah tidak aneh lagi. Dan untuk setiap wilayah atau kabupaten menurut narasumber masing-masing ada kordinator pengumpulan. Setoran 10 % dari nilai bantuan P3TGAI.

Dari keterangan sejumlah kuwu dan kelompok tani penerima bantuan P3TGAI atau Mitra Cai. Diwilayah kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat mengatakan. Untuk kordinator pengumpulan setoran 10 persen mereka menyebut nama Paul alias Fahrurozi.

“Pak Paul ini orangnya pak haji Dedi Wahidi anggota DPR-RI dari partai PKB. Dan tahun kemarin juga dia selaku kordinator pengumpulan 10 persen bantuan Mitra Cai,”ujar salah satu kuwu penerima bantuan P3TGAI untuk wilayah Cirebon timur ini yang namanya minta tidak disebutkan ini.

Sementara, hingga saat ini wartawan media ini belum mendapatkan keterangan resmi dari Paul atau Fahrurozi terkait benar tidaknya ia jadi kordinator pengumpulan setoran 10 persen dari bantuan Mitra Cai untuk wilayah Cirebon.
Sementara itu,keterangan dan pengakuan dari sejumlah kuwu diwilayah kabupaten Indramayu. Yang menerima bantuan P3TGAI atau Mitra Cai mengatakan, bahwa yang jadi kordinator pengumpulan setoran 10 % dari anggaran Mitra Cai yakni Amri.

Baca Juga
1 of 117

Seperti yang disampaikan salah satu kuwu berinisial HT ini menyampaikan kepada wartawan media ini. Jika dirinya merasa cape dikejar-kejar atau ditagih terus oleh Amri. untuk setor 10 persen atau sekitar Rp.20 juta. Padahal HT mengaku baru mencairkan anggaran Mitra Cai sekitar 70 persen.

“Ia saya dan kuwu lainnya dikejar-kejar terus oleh Amri harus segera setor 10 persen. Dia orangnya bawel dan ketika kami setor dia tidak mau ditransfer tapi harus cast aja,”jelas salah satu kuwu penerima bantuan Mitra Cai yang kembali agar identitasnya tidak dipublish.

Sementara itu, Amri Anggota DPRD Indramayu dari fraksi PKB yang disebut-sebut selaku kordinator pengumpulan setoran 10 persen dari bantuan Mitra Cai kabupaten Indramayu. Saat dihubungi melalui pesan singkat ke nomer Whats Appnya (WA), Sabtu(12/10/2024) membantah. Jika dirinya bukan kordinator pengumpulan setoran 10 persen dari bantuan P3TGAI atau Mitra Cai. Namun, hanya sebagai kordinator terkait sistem online cara pengusulan bantuan P3A.

“Saya koordinator terkait sistem cara pengusulan P3A yang pake sistem online jauh-jauh hari. Rumit dan ada pembagian wilayah tugas.

Dan sekarang saya juga sudah bukan staff pak Dedi Wahidi (DeWa) lagi. Terkait itu semua Monggo katanya sudah janjian dengan pak Paul (Fahrurozi) Mas,”bantah anggota DPRD kabupaten Indramayu dari partai PKB ini.

Hal yang sama disampaikan anggota DPR-RI dari partai PKB H Dedi Wahidi (DeWa) yang mengatakan. Bahwa dirinya tidak pernah menyuruh atau menugaskan kepada siapapun untuk melakukan pemotongan bantuan Mitra Cai.

“Karena saya juga tidak pernah menugaskan siapapun untuk melakukan pungutan. Desa mana di Cirebon dan desa mana di Indramayu dan siapa yg melakukan pungutan. Supaya saya juga bisa klarifikasi”, bantah H Dedi Wahidi.(Bisri).

Leave A Reply

Your email address will not be published.