Kecewa, Relawan Pakde Air Copot Puluhan Baliho Bergambarkan Ady Setiawan 

 

Ringsatu-Indramayu-Relawan Ady Setiawan (Pakde Air) terpaksa mencopot baliho bergambarkan Ady Setiawan yang sudah tersebar di setiap pelosok pedesaan dan pinggir jalan raya hingga di tempat-tempat strategis di wilayah Kabupaten Indramayu.

Sebagai bentuk kekecewaan para Relawan Ady Setiawan (Pakde Air) terpaksa mencopot baliho bergambarkan Ady Setiawan dengan raut wajah kecewa, dikarenakan Ady Setiawan (Pakde Air) batal maju sebagai bakal calon wakil bupati (bacawabup). Hal itu dilakukan untuk menjaga kondusifitas dimata masyarakat.

Padahal sebelumnya santer terdengar kabar bahwa Ady Setiawan (Pakde Air) bakal digandeng oleh petahana Hj Nina Agustina untuk maju pada Pilkada 27 November 2024 mendatang.

Ady Setiawan (Pakde Air) sudah dua kali dibuat kecewa. Dengan janji akan mendampingi Petahana Hj Nina Agustina. Pertama saat pasca mundurnya Lucky Hakim sebagai Wakil Bupati, Pakde Air saat itu, diminta untuk menggantikan kursi Wakil Bupati pasca mundurnya lucky hakim sebagai orang nomor dua di lingkungan Pemkab Indramayu.

Baca Juga
1 of 453

Saking percaya dirinya, Ady Setiawan (Pakde Air) langsung tancap gas melakukan lobi politik. Agar bisa menduduki jabatan wakil bupati yang saat itu kosong. Apa yang didapat, ia harus menelan pil pahit dan gagal untuk menduduki jabatan sebagai wakil bupati.

Bahkan yang kedua kalinya juga sama diminta untuk mendampingi petahana. Tapi nyatanya harus kandas lagi di tengah jalan.

“Benar saya perintahkan relawan. Agar semua baliho yang terpasang untuk dicabuti,” Ucap Ady Setiawan (Pakde Air) dengan nada kecewa saat dihubungi lewat telepon genggamnya, Selasa 6 Agustus 2024′

Pencabutan baliho itu terpaksa dilakukannya setelah dirinya diperintahkan oleh Pak Dedi Wahidi (DeWa) agar segera mencabuti baliho yang terpasang di ruang publik, saat itu dirinya diundang oleh Pak Dedi Wahidi (DeWa) untuk segera mencabuti baliho yang bergambar saya. Mungkin karena ibu gak enak ke saya, karena sebelumnya beliau juga yang memerintahkan saya untuk memasang baliho.

“Sebagai prajurit selalu patuh terhadap perintah pimpinan. Saya tetap loyal dan mungkin ini yang terbaik. Meski sebelumnya saya juga diminta untuk memasang baliho untuk mendampingi beliau,” Pungkasnya. (Tim)

Leave A Reply

Your email address will not be published.