Kuwu Warugede Dinilai Tidak Transparansi Terkait Penggunaan Anggaran Desa
Ringsatu-Cirebon-Masyarakat Desa Warugede Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat. Mengaku kecewa dan merasakan tidak adanya keterbukaan atau transparansi terkait penggunaan anggaran desa sejak desa Warugede dipimpin oleh kuwu H. Sumari.
H. Sumari sendiri terhitung sudah 12 tahun memimpin desa Warugede.Dan pada perhelatan pemilihan kuwu (Pilwu) pada tahun 2023 ini H. Sumari akan kembali ikut dalam kontestasi Pilwu di desa Warugede.
Namun, selama kuwu H. Sumari jadi kuwu Warugede masyarakat setempat tidak merasakan adanya transparansi penggunaan anggaran desa.
Seperti yang dituturkan salah satu tokoh masyarakat Warugede berinisial TD ini membeberkan. Terkait tidak adanya keterbukaan penggunaan anggaran desa sejak desa Warugede dipimpin H.Sumari.
Ia menuturkan setiap ada pembangunan atau pekerjaan yang dikerjakan oleh pihak desa Warugede. Masyarakat tidak ada yang tahu asal usul sumber anggarannya.
“Setiap ada pekerjaan desa tidak pernah ada papan informasi yang terpampang. Sehingga masyarakat pun terkadang bingung itu pekerjaan apa dan sumber anggarannya dari mana.” Ungkap TD, Selasa(19/9/2023).
Terlebih menurut TD, saat ini desa sedang mengerjakan 2 pekerjaan senderan.
Namun lagi-lagi kata TD di 2 lokasi pekerjaan tersebut tidak ada sumber informasi yang menjelaskan asal usul anggarannya.
“Yang pertama senderan berada diblok sawah desa, yang kedua pekerjaan senderan diblok makam buyut Baku Duwur. Namun, di 2 lokasi pekerjaan itu tidak ada satupun papan informasinya, sehingga masyarakat pun bertanya-tanya berapa sebenarnya anggaran untuk pekerjaan itu.” Papar TD.
Dikatakan TD, untuk pekerjaan senderan diblok makam buyut Baku Duwur informasi yang didapat dirinya. Bahwa kuwu H. Sumari menyebutkan bahwa pekerjaan tersebut adalah swadaya masyarakat setempat.
Hal tersebut tentunya dibantah oleh TD dan masyarakat lainnya, yang menegaskan bahwa pekerjaan senderan diblok makam buyut Baku Duwur bukan pekerjaan swadaya masyarakat namun murni pekerjaan desa. Selian itu kata TD, pengajuan senderan blok makam buyut Baku Duwur sebenarnya pengajuannya sudah lama.
“Pengajuannya itu sejak 12 tahun yang lalu jelasnya sejak kuwu H. Sumari menjabat kuwu diperiode pertama.Dan anehnya kok menjelang H. Sumari habis masa jabatannya dan dia mau mencalonkan lagi. Tiba-tiba dia menyender pemakaman buyut Baku Duwur.” Ujar TD dengan nada heran.
Masyarakat Warugede sendiri kata TD, menginginkan adanya perubahan baik segi pembangunan juga adanya keterbukaan penggunaan anggaran desa oleh kuwu mendatang.
“Desa Warugede harus ada perubahan baik pembangunannya juga adanya keterbukaan terkait penggunaan anggaran desa oleh kuwu terpilih nanti.” Tandasnya.
Selain menyoal terkait pekerjaan desa Warugede yang tidak dilengkapi papan informasi proyek. Narasumber lainnya pun menyoal terkait ketidak beresan Pemdes Warugede dalam pembelian mobil siaga desa.
Seperti yang diungkapkan oleh KC yang menjelaskan bahwa Pemdes Warugede pernah membeli mobil untuk siaga desa itu Kijang Innova. Namun, anehnya kata KC kini mobil siaga desa tersebut malah diganti dengan Panther.
“Dulu mobil siaga desa itu kijang Innova dibeli dari hasil kompensasi Sutet kurang lebih sekitar Rp.200 juta. Tapi sekarang kok diganti jadi Panther, dan yang lebih mirisnya lagi informasinya mobil kijang Innovaa itu malah dijual oleh kuwu.” jelas KC.
Sementara, kuwu Warugede H. Sumari saat dikonfirmasi melalui pesan singkat ke nomer WhatsAppnya (WA), Selasa (19/9/2023). Dengan menanyakan terkait 2 pekerjaan senderan diblok sawah desa dan diblok makam buyut Baku Duwur itu sumber anggarannya dari mana.
Namun hingga berita ini diterbitkan kuwu H. Sumari tidak merespon pertanyaan yang telah dikirim wartawan media ini.(Bisri).