Kasus Dugaan Penggelapan Bantuan Oleh 2 Kelompok Tani Desa Kamarang Lebak Bakal Dilaporkan Ke APH
Ringsatu-Cirebon-Menindaklanjuti pemberitaan 2 kelompok tani (Poktan) Mulya Bakti dan Dahlia Blok Pon RT. 08 RW. 04, Desa Kamarang Lebak, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Yang mana dalam pemberitaan sebelumnya bahwa Poktan Mulya Bakti yang di Ketuai Carma pada sekitar 2017 lalu dapat bantuan ternak sapi. Sebanyak 6 ekor hasil bantuan dari aspirasi partai Demokrat. Namun, 6 ekor sapi hasil bantuan tersebut kini sudah tidak ada.
Begitupula, bantuan PUAP sebesar Rp.100 juta tahun 2013 untuk Poktan Dahlia yang di Ketuai Titin Surtini juga tidak jelas kemana larinya. Ironisnya, 2 orang ketua Poktan yang dapat bantuan tersebut adalah anak dan bapak.
Sementara itu, dengan raibnya bantuan pemerintah yang telah diterima Poktan Mulya Bakti dan Dahlia.
Aktivis anti korupsi Cirebon raya,Ade Riyaman mengaku akan melaporkan Adanya Kasus dugaan penggelapan bantuan oleh ke 2 Poktan tersebut. Ke pihak aparat penegak hukum (APH).
Menurut Ade, bantuan yang diterima ke 2 Poktan tersebut tetap harus ada. “Dan jika bantuan tersebut malah raib tidak jelas bahkan ada indikasi digelapkan. Maka, hal itu menjadi tanggungjawab ketua Poktan. Sehingga dalam waktu dekat kami akan laporkan kasus tersebut ke APH.” Jelas Ade Riyaman.
Sementara itu, kuwu (Kades) Kamarang Lebak Suyadi (57) saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (28/6/2023) mengatakan bahwa pihaknya akan mendorong agar ketua Poktan Mulya Bakti, Carma. Segera mengganti atau membeli kembali sapi tersebut.
Meski demikian, kata Suyadi dari 6 ekor sapi yang diterima Carma tidak semuanya hidup. Namun, ada 3 ekor sapi yang mati dan matinya 3 ekor sapi tersebut, kata Suyadi sudah dibuat berita acara kematiannya.
“Saya luruskan bahwa pak Carma tidak pernah menjual sapi bantuan itu untuk acara hajatan. Karena setahu saya pak Carma belum pernah menggelar acara hajatan.” Terang kuwu Kamarang Lebak ini.
“Dan saya akan mendorong agar pak Carma segera membeli lagi sapi yang telah dijualnya itu. Dan pak Carma berjanji katanya sesudah beres ngurus sawah ia akan segera membelinya.” Lanjut pria 57 tahun ini.
Sementara, untuk permasalahan bantuan PUAP Poktan Dahlia, Suyadi akan meminta bukti catatan. Orang-orang yang pernah meminjam uang dari bantuan PUAP pada kelompok Dahlia yang diketuai Titin Surtini.
“Infonya ada 4 orang yang meminjam dengan jumlah uang agak besar ke Titin selaku ketua Poktan Dahlia. Dan ke 4 orang tersebut sudah meninggal semua sehingga agak sulit untuk melacaknya.” Ucap Suyadi.
Meski begitu, ia akan tetap minta bukti oret-oretan atau catatan siapa saja yang telah meminjam uang dari program bantuan PUAP. Yang ada di kelompok Dahlia, hal tersebut menurut Suyadi supaya jelas. Siapa saja orang-orang yang telah meminjam dari bantuan PUAP namun tidak mengembalikan kepada ketua Poktan. (Bisri).