H. Husen Ibrahim, SH : Nina Agustina Jangan Bermimpi Terpilih Kembali sebagai Bupati Indramayu

 

Ringsatu.id-Indramayu-Luapan rasa kekecewaan dan penyesalan terhadap kepemimpinan Nina Agustina sebagai Bupati Indramayu terlontar dari ucapan Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Indramayu H. Husen Ibrahim, SH.

Kekecewaan H. Husen Ibrahim terhadap kepemimpinan Bupati Nina Agustina, ia lontarkan saat dia bersilaturahmi dan sosialisasi dihadapan masyarakat Desa Sukasari Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu, tepatnya di Blok Tara RT 012 RW 003. Senin (27/6/2022) Lalu.

Seperti kita ketahui bersama, Pilkada Kabupaten Indramayu pada 9 desember 2020 lalu. Dimenangkan oleh Pasangan Nina Agustina dan Lucky Hakim yang diusung oleh 4 (empat) Partai yaitu PDIP, Partai Gerindra, Partai Nasdem dan Partai Perindo.

H. Husen Ibrahim menuding jika Nina Agustina di ibaratkan ‘Kacang Lupa Pada kulitnya’. Bahkan ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Indramayu menyebutkan bahwa Bupati Nina Agustina orang yang dianggap tidak bersyukur.

“Pak kuwu tolong sampaikan salam saya H. Husen Ibrahim. Saya adalah orang yang bekerja siang dan malam agar beliau jadi bupati. Tapi apa yang saya dapatkan ucapan terimakasih pun tidak pernah saya dapat. Bupati yang tidak bersyukur.” Ujar H. Husen Ibrahim ini.

“Kalau pemimpin seperti, Nina Agustina jangan pernah bermimpi kalau 2024 akan terpilih kembali menjadi Bupati dua periode di Kabupaten Indramayu.” Lanjutnya.

Ia pun meminta agar masyarakat tidak perlu takut sebab masyarakatlah yang memilih bupati. Bukan bupati yang memilih masyarakat.

“Para ibu-ibu jangan terbelenggu, jangan takut kebodohan, jangan karena amplop memilih pemimpin. Sebelum jadi bupati menjanjikan rumah sakit gratis, sekolah gratis, buku gratis semua gratis. Tapi mana kenyataan Nol Besar.” Tandas H. Husen Ibrahim.

Dikatakannya, Indramayu masih beruntung masih ada orang seperti dirinya. Yang siap menghadapi partai manapun jika partai lain bisa memenangkan di kabupaten Indramayu.
Bahkan H. Husen Ibrahim sesumber jika partai lain menang di Indramayu. Maka dirinya siap untuk keluar dari Indramayu dengan hanya memakai baju di badan saja.

Ditambahkan H. Husen Ibrahim, ia berharap tahun 2024 masyarakat Indramayu tidak ada lagi yang mengeluh. Saat ke rumah sakit bingung karena tidak ada biaya. Selain itu, dia juga tidak mau mendengar para petani kebingungan saat musim tanam karena tidak punya modal.

“Saya sudah tidak kaget banyak para petani yang mengeluh. Sebelum panen padi ternyata sebagian sudah milik tengkulak. Ya karena modalnya dari tengkulak.” Tutur H. Husen Ibrahim yang dibenarkan oleh masyarakat yang hadir diacara tersebut.

Padahal swasembada pangan menurut H. Husen Ibrahim merupakan tanggungjawab penuh Pemerintah daerah.

Baca Juga
1 of 32

“Pemerintah sebenarnya tidak perlu takut jika kinerjanya itu benar. Kelola sumber daya alam secara benar demi kesejahteraan masyarakat.” Ujar H. Husen Ibrahim.

Meski demikian ia menyesalkan dengan kenyataan yang terjadi. Dia mencontohkan di Indramayu banyak bangunan dan gudang milik Perusahaan Daerah Bumi Wira Lodra Indramayu (PD.BWI). Namun menurutnya hanya dijadikan tempat penampungan dan perdagangan singkat bukan untuk kepentingan masyarakat.

H. Husen Ibrahim pun menyoal terkait adanya dugaan korupsi pada pekerjaan pembuatan Billboard desa. Yang sumber anggarannya dari bantuan provinsi jawa barat sebesar Rp.17,5 juta.

Menurut H. Husen Ibrahim, anggaran pembuatan Billboard sendiri adalah Rp.17,5 juta perdesa. Namun anggaran sebesar itu ternyata yang direalisasikan hanya sekitar Rp.4,5 juta.

“Untuk komunikasi dan kordinasi Rp.2 juta yang digunakan hanya Rp.4,5 juta berarti hanya Rp.6,5 juta.Jadi dikemanakan yang Rp.11 jutanya bayangkan di Indramayu ada 317 desa. Bikin Billboard seperti itu saja sudah dikorupsi.” Terangnya.

Selain menyoal terkait dugaan korupsi pada pekejaan Billboard desa.

H. Husen Ibrahim pun menyinggung terkait mahalnya biaya pemilihan kuwu atau pemilihan kepala desa (Pilkades) oleh masing-masing calon.

Ia mencontohkan, untuk menjadi seorang kuwu (Kades) calon harus mengeluarkan biaya hingga Rp.3 miliar sampai Rp.4 miliar.

“Begitu jadi kuwu apakah camat atau bupati mau mengembalikan kan tentunya tidak. Ujung-ujungnya rakyat yang diperas dan ini fakta yang tidak bisa dipungkiri. Dan itu merupakan sistem yang keliru dan tidak dibenarkan.”ujar ketua DPD partai Nasdem Indramayu ini.

H. Husen Ibrahim selaku ketua DPD Partai Nasdem Indramayu berharap tahun 2024. Masyarakat Indramayu mendukung terhadap partai yang dipilihnya tersebut.

Sebab menurutnya di Partai Nasdem ada gerakan perubahan yang pada intinya menginginkan adanya perubahan disegala bidang hal ini untuk kesejahteraan masyarakat secara luas.

Dan ia pun berkeyakinan tahun 2024 Partai Nasdem di Indramayu akan memenangkan Pileg dan Pilkada.

“Bila Nasdem menang ditahun 2024 Pileg dan Pilkada calon kuwu tidak perlu mengeluarkan uang seribu rupiahpun.”Pungkasnya.(Bisri).

Leave A Reply

Your email address will not be published.